Kepsek Samijo Diduga Korupsi

0
204

Lampung Tengah, Perdetik.id– Sepanjang pandemi Covid 19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nadim Makarim memastikan penggunaan dana BOS Reguler Tahun 2021 khususnya untuk gaji guru honor tidak dibatasi.

Namun ketentuan penggunaan dana BOS tersebut diduga justru disalahgunakan Oknum Kepala SD Negeri 1 Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah untuk melakukan tindakan korupsi.

Berdasarkan laporan pertanggung jawaban penggunaan dana bos tahun 2021, khususnya pada laporan realisasi pembayaran honor di SD negeri 1 Terbanggi Besar sebesar Rp 31.775.000, terindikasi adanya dugaan mark up. Seharusnya, dana yang dihabiskan hanya sebesar Rp 24.000.000 per tahun.

Menurut sumber, pihaknya sangat mengetahui terkait dana pembayaran honor yang dilaporkan pihak SD negeri 1 terbanggi besar. Seperti pada Tahap 1 sebesar Rp 9.900.000, Tahap 2 Rp 13.875.000 dan di Tahap 3 sebesar Rp 8.000.000, kebenarannya sangat diragukan.

Pasalnya, pembayaran honor tersebut diperkirakan hanya membutuhkan dana sebesar Rp 2 juta per bulan, dengan rincian: untuk gaji 3 orang guru honor yang sudah memiliki N U P T K masing masing hanya digaji sebesar Rp 400.000 per bulan.

Kemudian, gaji untuk 1 orang guru honor agama Rp 100.000 per bulan. Lalu gaji untuk 1 orang Operator sebesar Rp 400.000 per bulan dan gaji Penjaga Sekolah Rp150.000 per bulan dan gaji Mulok sebesar Rp 150.000 per bulan.

Dari hal ini, sumber menilai LPj penggunaan dana BOS SD Negeri 1 Terbanggi Besar banyak menyimpang dan sangat diragukan kebenarannya. Hampir setiap penggunaan dana disetiap komponen, diduga dimark up. Bahkan, juga ada terdapat laporan pembelanjaan fiktif.

Selain itu, LPj dana BOS SD Negeri 1 Terbanggi Besar yang juga sangat ketara dimark-up dan korupsi, diantaranya:

Administrasi kegiatan sekolah Tahap 1 Rp 4.091.000 dan Tahap 2 Rp 6.185.000, Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Tahap 1 Rp 4.309.000, Tahap 3 Rp 3.500.000, Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Tahap 1 Rp 963.000, Tahap 2 Rp 2.097.000 dan Tahap 3 Rp 2.540.000 dan pengembangan perpustakaan Tahap 2 Rp 5.000.000.

Sementara, sampai berita ini ditayangkan Kepala SDN 1 Terbanggi Besar, Samijo belum bisa dikonfirmasi karena menurut pengakuan istri, Samijo sedang sakit. Bersambung… (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here