Prioritas dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Tanggamus

0
37

Tanggamus, Perdetik.id – Untuk merumuskan strategi dan kebijakan SKPD, yang perlu diperhatikan adalah kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan dalam mengembangkan kelembagaan secara menyeluruh, untuk itulah perlu dilakukan analisis terhadap faktor-faktor tersebut dengan melakukan pengelompokan sebagai berikut :

  • Faktor Internal

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembahasan faktor internal adalah aspek kelembagaan yang terkait dengan kewenangan, fungsi dan peran, sumberdaya aparatur, sarana dan prasarana.

Aspek Kekuatan (S): Aspek kekuatan adalah segala sesuatu yang terdapat di dalam kewenangan dan berada dibawah langsung kendali tugas dan fungsi Bappeda yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kinerja Bappeda, yaitu:

Terlaksanakannya Tugas Pokok dan Fungsi Bappeda dengan dukungan SDM, sarana dan prasarana memadai. Potensi kapabilitas SDM sudah cukup baik; Potensi aparatur dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi;

Adanya peningkatan kemampuan dalam kepemimpinan; Memiliki kualifikasi dalam pengelolaan keuangan sesuai dengan Sistem Akuntansi Daerah; Proses pengadaan barang/jasa memiliki legitimasi sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012;

Meningkatnya kualitas teknis perencanaan; Lokasi kantor cukup strategis; Kendaraan operasional dalam jumlah dan kondisi yang memadai; Kuantitas sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan tugas memadai; Kemudahan dalam proses Penyusunan Dokumen Perencanaan;

Pelaksanaan Program dan Kegiatan sesuai dengan rencana; Bappelitbang menjadi salah satu anggota TAPD; Database mengenai statistik Kabupaten Tanggamus diupdate secara berkala (1 tahun 1 kali);

Beberapa dokumen perencanaan sudah dapat dikerjakan secara swakelola; Tersedianya dokumen perencanaan yang beragam; Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai instrumen penting dalam perencanaan partisipatif telah mulai dibangun dan dikembangkan.

Aspek Kelemahan (W)

Aspek kelemahan adalah segala sesuatu yang berasal dari dalam dan terkait langsung dengan fungsi dan peranan Bappeda yang dapat menjadi kendala dalam peningkatan kinerja Bappelitbang sebagai berikut :

Belum optimalnya Team Work dan belum tergalinya potensi SDM secara optimal; Masih kurangnya Sumber Daya Aparatur yang memiliki skill dan kompetensi sebagai perencana; Belum tersusunnya standar kinerja yang terukur; Kemampuan SDM dalam pengelolaan keuangan tidak merata;

Terbatasnya jumlah aparatur yang memiliki sertifikasi pengadaan barang/jasa; Manajemen jabatan fungsional belum optimal Tidak berimbangnya jumlah personil dengan kapasitas gedung;

Penggunaan dan perawatan kendaraan operasional belum optimal; Barang inventaris belum terkelola secara baik; Tidak adanya tempat/ruangan khusus penyimpanan barang inventaris kantor; Kurangnya pemeliharaan rutin untuk barang inventaris kantor; Belum memadainya sarana instalasi listrik dalam mendukung aktivitas Bappelitbang;

Belum diterapkannya efisiensi penggunaan listrik dan air; Belum optimalnya dukungan sistem data dan informasi yang handal terhadap proses pengambilan kebijakan; Proses pertanggungjawaban keuangan semakin rigid;

Fungsi dan peran Bappelitbang dalam TAPD masih lemah sehingga terjadi reduksi kegiatan yang tercantum dalam dokumen perencanaan pada saat proses penganggaran; Belum terkelolanya dokumen serta data/informasi penting yang mendukung proses perencanaan;

Belum ada sistem baku yang mengatur proses swakelola diluar Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012; Rendahnya tingkat pemanfaatan dokumen perencanaan yang dihasilkan oleh Bappelitbang.

2) Faktor Eksternal Faktor-faktor lingkungan strategis yang berpengaruh langsungterhadap kinerja Bappeda yaitu :

  1. a) Aspek Peluang (O)

Pengertian peluang adalah kondisi eksternal yang mendukungdan dapat dimanfaatkan dalam peningkatan kinerja Bappeda, yaitu :

Kewenangan dan peran Bappeda yang makin kuat dan luas dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya bidang dan pengendalian perencanaan, pembangunan; Sinergitas perencanaan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota;

Kewenangan yang jelas dan menjadikan stuktur Bappeda lebih efektif dan efisien; Fungsi dalam struktur Bappelitbang semakin lengkap; Kabupaten Tanggamus diberikan prioritas dalam pelaksanaan pembangunan; penganggaran, Pesatnya perkembangan Kabupaten Tanggamus dibeberapa sektor pembangunan; Participatory planning semakin optimal;

Penyusunan rencana pembangunan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat mendapat dukungan prioritas; Memiliki acuan dalam penyusunan rencana peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dukungan anggaran dari provinsi; Memudahkan untuk melakukan kerjasama dengan dunia usaha/swasta; Memberikan dukungan untuk menyusun road map ekonomi Kabupaten Tanggamus.

  1. b) Aspek Ancaman (T)

Ancaman adalah kondisi eksternal yang dapat mengganggu dan menghambat pengembangan dan peningkatan kinerja Bappeda di Kabupaten Tanggamus, sebagai berikut :

Inkonsistensi Peraturan Perundangan-Undangan yang mengatur mengenai perencanaan; Perencanaan masih bersifat sektoral; Masih adanya tumpang tindih kewenangan dan urusan dengan SKPD lain;

Perkembangan kawasan/wilayah tidak sebanding dengan dokumen perencanaan yang dihasilkan; Adanya regulasi yang membatasi kerjasama Penelitian dengan Perguruan Tinggi Swasta; Kesulitan dalam menentukan prioritas pembangunan; Tuntutan representasi dalam proses rencana pembangunan semakin kuat;

Adanya tuntutan masyarakat untuk merasakan hasil rencana pembangunan dalam bentuk riil; Kebijakan yang terlalu seragam akan mengesampingkan kekhasan karakteristik masyarakat Kabupaten Tanggamus; Pertumbuhan investasi belum sejalan dengan dokumen perencanaan yang berlaku.

Masyarakat kreatif memiliki road mapnya sendiri. Strategi diperlukan untuk memperjelas arah dan tujuan pengembangan dan peningkatan kinerja Bappelitbang. Dalam mengemban tugas dan kewenangannya.

Bappeda harus memiliki acuan langkah agar pelaksanaan tugas tetap berada pada koridor yang ditetapkan dan hasilnya dapat dirasakan secara nyata baik oleh aparatur maupun mamasyaraka.

Oleh karena itu penentuan strategi yang tepat menjadi sangat penting. Pengembangan dan peningkatan kinerja Bappelitbang yang dilaksanakan memiliki harapan-harapan masa depan yang ingin dicapai, yang bertitik tolak pada kondisi internal dan eksternal dengan keanekaragamannya.

Strategi merupakan suatu respon terhadap visi, misi dan tujuan yang akan menjadi rujukan dari seluruh kebijakan dan program kegiatan yang dikeluarkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Selain itu strategi yang disusun harus sesuai pula dengan kebijakan dan tujuan pembangunan Kabupaten Tanggamus secara keseluruhan. Strategi-strategi tersebut dilakukan dengan tabulasi silang terhadap faktor-faktor internal dan eksternal untuk mendapatkan :

Strengts – Opportunities Strategy, yaitu menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal; Weakness Opportunities Strategy, yaitu memperbaiki kelemahan internal dengan mengambil keuntungan dari peluang eksternal;

Strengts – Threats Strategy, yaitu menggunakan kekuatan internal untuk menghindari atau mengurangi dampak dari ancaman eksternal; Weakness – Treaths Strategy, yaitu merupakan strategi pertahanan untuk menghindari kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal. (Advertorial)

Sumber: Renstra PD Bappelitbang Kabupaten Tanggamus 2018 -2023

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini