LPj Dana BOS SMAN 13 Bandar Lampung Terindikasi KKN

0
24

Bandar Lampung, Perdetik.id – Berdasarkan beberapa data yang dihimpun tim investigasi dilapangan, bahwa Laporan Pertanggung jawaban (LPj) rekapitulasi penggunaan dana BOS Reguler Tahun 2021/ 2022 milik SMAN 13 Bandar Lampung sebesar Rp 1.476.750.000 per tahun terindikasi sarat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Indikasi tersebut ditemukan adanya kejanggalan disejumlah laporan realisasi dana BOS SMAN 13 Bandar Lampung pada Tahap 1 Rp 442.800.000, tahap 2 Rp 589.800.000 dan tahap 3 Rp 444.150.000.

Sumber mengatakan, ada beberapa item yang bahkan nilainya sangat besar dan berulang di setiap bulan. Pihaknya menilai ada yang aneh dari pelaporan pihak SMPAN 13 Bandar Lampung disejumlah item kegiatan, diantaranya:

Administrasi kegiatan sekolah tahap 1 Rp 220.067.560, tahap 2 Rp 101.516.850 dan tahap 3 Rp. 244.685.555, pembayaran honor tahap 1 Rp 51.960.000, tahap 2 Rp 86.360.000 dan tahap 3 Rp 68.800.000

Ia menjelaskan, modus penyalahgunaan dana BOS yang disinyalir digunakan oknum Kepala Sekolah tersebut yaitu, dalam bentuk pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis, seperti pemalsuan kwitansi dengan alasan pembelian alat atau prasarana fiktif.

Kemudian, pemalsuan laporan juga bisa dilakukan khususnya terkait pembayaran honor guru. Diduga Laporan dana pembayaran honor 15 guru honor selama 12 bulan Rp 207.120.000 yang disampaikan pihak SMAN 13 Bandar Lampung dimark-up sebesar Rp 34.320.000.

Hal tersebut diketahui, Jika mengacu pada aturan jam minimal dan maksimal seorang guru, sebenarnya telah diatur dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pada pasal 35 ayat (2) disebutkan bahwa Beban kerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sebagaimana pada ayat (1) sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

Tarif honor per jam pelajaran dikalikan jumlah jam pelajaran yang menjadi beban guru selama seminggu. Penghitungan selama seminggu itulah yang ditetapkan sebagai honor per bulan.

“Misalnya, tarif honor per jam pelajaran Rp 50 ribu dan seorang guru mengajar 24 jam pelajaran seminggu, maka honornya sebulan Rp 1,2 juta. Sehingga, pembayaran 15 guru honor selama 12 bulan (1 tahun), seharusnya paling banyak hanya menghabiskan dana Rp 172.800.000,” jelasnya.

Selain itu, sumber menambahkan, penggunaan dana BOS di SMAN 13 Bandar Lampung selama ini tidak transparan. Masyarakat kesulitan mengakses informasi dana BOS, karena pengelolaannya didominasi kepala sekolah. Penggunaannya tidak dapat diakses oleh publik, sehingga transparansi dan akuntabilitasnya rendah.

“Kalau dahulu mereka banyak dijerat karena menyeleweng dari juknis. Kini laporannya sudah sesuai juknis, tetapi banyak kuitansi bodong dan terjadi markup,” bebernya.

Bagaimana tanggapan Kepala SMPN 13 Bandar Lampung, Febriansyah, S.Pd terkait pemberitaan ini, tunggu edisi mendatang. (tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini