Korban Kecelakaan Speed Boat Diberikan Perlindungan oleh Jasa Raharja

SULTRA PERDETIK, – Tragedi kecelakaan terjadi di perairan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau pada Kamis (27/4/2023) pukul 13.00 WIB.

Spead Boat dengan nomor registrasi Evelyn Calisca 01, yang sedang dalam perjalanan dari Tembilahan, Provinsi Riau menuju Tanjung Pingan, Provinsi Kepulauan Riau, terbalik dan mengakibatkan 12 orang meninggal dunia sementara 69 orang berhasil selamat.

Menghadapi musibah ini, Jasa Raharja, lembaga yang bertanggung jawab atas perlindungan dasar masyarakat dalam kasus kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan, mengambil langkah proaktif dengan segera berkoordinasi dengan berbagai mitra kerja, termasuk Syahbandar, Basarnas, rumah sakit, Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Tujuan dari koordinasi tersebut adalah untuk menginventarisir penumpang, membantu verifikasi dan identifikasi korban yang selamat maupun yang meninggal dunia.

Jasa Raharja juga memberikan kepastian jaminan kepada korban luka-luka dan korban meninggal dunia. Bagi korban luka-luka, Jasa Raharja memberikan Surat Jaminan dengan batas maksimal Rp. 20 juta ke rumah sakit tempat korban dirawat.

Hal ini bertujuan agar korban maupun keluarga korban tidak perlu khawatir mengenai pembiayaan selama korban dirawat di rumah sakit. Sementara itu, untuk korban meninggal dunia, petugas Jasa Raharja akan mendatangi ahli waris korban untuk membantu penyelesaian administrasi santunan. Santunan meninggal dunia sebesar Rp. 50 juta akan ditransfer ke rekening ahli waris korban.

Dalam mengomentari kecelakaan ini, Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menyampaikan rasa duka cita dan prihatin atas musibah yang terjadi. Ia juga mengungkapkan bahwa santunan akan diserahkan kepada semua korban yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Dewi Aryani Suzana menjelaskan bahwa santunan ini adalah bentuk manifestasi dari kehadiran negara melalui Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan alat angkutan umum dan kecelakaan lalu lintas jalan. Ia berharap agar keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

Dewi Aryani Suzana menegaskan bahwa santunan bagi korban meninggal dunia telah diserahkan kepada masing-masing ahli waris korban pada hari Sabtu (29/04/2023). Sedangkan untuk korban yang mengalami luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit, surat jaminan telah diberikan kepada rumah sakit yang merawat korban.

Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat korban kecelakaan lalu lintas sesuai dengan Undang-Undang No. 33 dan 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum dan Lalu Lintas Jalan. Besaran santunan yang diberikan telah diatur berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No. 15 dan No. 16 Tahun 2017. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *