Skandal Rekaman Video Mesum Mengguncang Perusahaan Industri Besar di Konawe

SULTRA PERDETIK, – Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman video mesum di media sosial (medsos). Video tersebut, yang berdurasi 2 menit 39 detik, diduga melibatkan sepasang sejoli yang bekerja di salah satu perusahaan industri besar yang terletak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kapolsek Bondoala, AKP Agus Darmanto, telah mengonfirmasi adanya video mesum tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini.

Dalam video tersebut, diduga terdapat seorang pria Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok, sedangkan pasangannya adalah seorang wanita Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan juru bicara di salah satu perusahaan di Morosi.

Bacaan Lainnya

“Kalau yang perempuan kabarnya WNI, Jubir di salah satu perusahaan di Morosi,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resort (Polres) Konawe Utara (Konut) berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam hubungan seksual yang videonya telah tersebar di media sosial. Tersangka pertama dengan inisial A (24) dan tersangka kedua dengan inisial FA (20) diduga menjadi aktor dalam video yang saat ini sedang viral di media sosial.

Penangkapan ini dilakukan berdasarkan laporan informasi nomor: R/LI/489/Sat Intelkam tanggal 05 Mei 2023, surat perintah penyelidikan nomor: SP.lidik/112/V/2023/Sat Reskrim tanggal 05 Mei 2023, dan Surat Perintah Kapolres Konawe Utara nomor: sprint/285/IV/HUK.6.6./2023 tanggal 29 April 2023 tentang penyelidikan dan penyidikan tindak pidana di wilayah hukum Polres Konawe Utara.

Kedua tersangka saat ini berada di Mapolres Konut untuk dimintai keterangan. Berdasarkan informasi yang kami terima, kedua tersangka mengakui bahwa mereka adalah pemeran dalam video tersebut, di mana hubungan terlarang tersebut dilakukan saat mereka berdua masih berpacaran pada Desember 2022.

Dalam keterangan mereka, pengambilan video dilakukan di rumah paman A (24) yang terletak di dekat Pantai Batam, Desa Mataiwoi, Kecamatan Molawe, sekitar pukul 10.00 Wita. Video tersebut diambil oleh A (24) dengan persetujuan dari perempuan FA (20) menggunakan ponsel milik perempuan tersebut.

Salah satu tersangka juga mengakui bahwa video tersebut berasal dari ponsel milik FA dan dikirim melalui aplikasi WhatsApp kepada A. Sesuai pengakuan A, video tersebut tersimpan di ponselnya hingga tahun baru Januari 2022.

Namun, karena ponsel A mengalami kerusakan dan setengah layarnya menjadi hitam, ia lupa menghapus video tersebut. Ponsel tersebut kemudian disimpan di rumah mereka di Desa Otole dan ditemukan oleh istri A.

Karena marah, istri A kemudian mengunggah video tersebut sebagai story di WhatsApp di ponselnya, yang kemudian direkam dengan menggunakan fitur “rekam layar” oleh seorang teman istri A yang beralamat di Kelurahan Andowia.

Pihak Polres Konut saat ini sedang melakukan pengembangan untuk menemukan penyebar video syur tersebut yang telah viral. Kami berterima kasih atas kerja keras dan dedikasi Polres Konut dalam menangani kasus ini dan mengungkap kebenarannya.

Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan atau membagikan video tersebut serta menghormati privasi individu yang terlibat dalam kasus ini. Kami percaya bahwa keadilan akan ditegakkan dan penyebaran konten yang melanggar privasi akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. (red)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *