Gempa Bumi Mengguncang Sulawesi Tenggara, Kolaka Utara Terdampak

SULTRA PERDETIK, – Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) diguncang gempa bumi pada Senin (29/5/2023) siang. Gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 11.54 WIB atau 12.54 WITA. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini memiliki kekuatan magnitudo 3,1 SR.

Pusat gempa berada di laut, tepatnya 2,3 kilometer di barat laut Lasusua, Sultra. Kedalaman pusat gempa ini mencapai 11 kilometer. Meskipun kekuatannya tidak terlalu besar, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan adanya gempa susulan.

Menurut skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang digunakan untuk mengukur getaran gempa, dampak dari gempa ini mencapai tingkat MMI III di Kolaka Utara. Pada tingkat ini, getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah, bahkan terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

Bacaan Lainnya

Skala MMI selanjutnya menunjukkan bahwa pada tingkat MMI IV, getaran gempa sudah dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah. Gerabah pecah, jendela dan pintu bergoyang hingga berderik, dan dinding berbunyi menjadi beberapa indikator dampak gempa bumi tersebut.

Peningkatan skala MMI berlanjut hingga mencapai tingkat MMI VI, di mana getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, dan kerusakan ringan mulai terjadi, termasuk plester dinding yang jatuh dan cerobong asap pabrik yang rusak.

Meskipun belum ada laporan mengenai kerusakan yang signifikan, BMKG terus memantau situasi pasca-gempa dan memberikan informasi terkait kepada masyarakat. Penting bagi masyarakat di daerah terdampak untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang dalam menghadapi kemungkinan gempa bumi susulan.

Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang tidak dapat diprediksi dengan pasti, namun dengan adanya sistem peringatan dini dan kesadaran akan tindakan yang tepat saat terjadi gempa, diharapkan dapat mengurangi dampak buruk yang mungkin timbul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *