Dugaan Keterlibatan Oknum TNI dalam Penjualan Ore Nikel Ilegal, PB HMI Minta Kejelasan

SULTRA PERDETIK, – Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengeluarkan peringatan kepada aparat TNI agar tidak ikut terlibat dalam penjualan puluhan ribu ton kargo ore nikel ilegal yang terdapat di Blok Morombo, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Permintaan ini disampaikan oleh Wakil Bendahara Umum (Wabendum) PB HMI, Sulkarnain, yang berharap aparat TNI memastikan tidak ada keterlibatan dalam penjualan ilegal tersebut.

Dalam pernyataannya pada Senin, 29 Mei 2023, Wabendum Bidang Pembangunan Energi, Migas, dan Minerba (PEMM), Sulkarnain, mengungkapkan bahwa mereka telah menerima informasi adanya dugaan keterlibatan TNI dalam upaya penjualan paksa puluhan ribu ton kargo hasil penambangan ilegal di Morombo.

Bacaan Lainnya

“Pada dasarnya kami mengapresiasi langkah TNI menghentikan aktivitas Jetty kemarin. Namun setelah kami mendapat informasi, ternyata ada tongkang yang sandar bersamaan dengan penghentian aktivitas Jetty itu, tentu ini yang harus dipastikan, jangan sampai penghentian sementara itu ada kaitannya dengan sandarnya tongkang tersebut,” ungkap Sulkarnain pada Rabu, 31 Mei 2023.

Sulkarnain, yang juga merupakan mantan Ketua Umum HMI Cabang Kendari, berharap agar keberadaan institusi TNI di Blok Morombo, Konawe Utara, dapat menjaga daerah tersebut dengan ketat, sehingga tidak terjadi aksi penjualan barang ilegal.

“Kami percayalah bahwa keberadaan institusi TNI di areal Blok Morombo dapat menjaga barang sitaan negara dari para mafia tambang. Namun, jika TNI justru ikut terlibat, maka itu adalah penyalahgunaan wewenang,” tambahnya.

Dilansir dari Pikiranrakyat.com, dalam hal ini, Sulkarnain meminta Danrem 143/HO untuk memerintahkan seluruh personel TNI yang berada di Morombo untuk tidak terlibat dalam upaya penjualan paksa kargo (ore nikel) hasil penambangan ilegal.

“Kami terus memantau kondisi di sana, oleh karena itu saya meminta Danrem untuk menginstruksikan seluruh anggotanya yang berada di Morombo agar tidak mencoba terlibat,” tegasnya.

Hingga saat ini, aparat TNI belum memberikan tanggapan resmi terkait peringatan tersebut. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *