Pelajar SMP Makassar Ditemukan Meninggal, Keluarga Mengajukan Keraguan Terhadap Kesimpulan Bunuh Diri Polisi

SULTRA PERDETIK, – Seorang pelajar SMP di Makassar, Sulawesi Selatan, ditemukan meninggal dunia, dan pihak keluarga korban mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap kesimpulan polisi yang menyatakan bahwa korban bunuh diri. Ayah korban, Benny Yusuf Nurdin, bersikeras bahwa anaknya tidak melakukan bunuh diri.

“Hingga sampai hari ini, saya masih meyakini bahwa anak saya tidak bunuh diri,” tegas Benny Yusuf Nurdin dalam pernyataannya pada Rabu (31/5). “Saya sebagai ayah dan orang yang paling dekat dengan ibunya tahu persis bagaimana karakter anak saya,” tambahnya.

Untuk memastikan lokasi jatuhnya pelajar kelas VIII ini, pihak keluarga telah mengunjungi SMP Islam Athirah yang terletak di Jalan Kajoalido, Makassar. Menurut informasi yang diterima Benny, putranya ditemukan tergeletak di lapangan voli saat jam pelajaran berlangsung. Benny juga mendapat laporan bahwa sepatu dan tas anaknya ditemukan secara terpisah.

Bacaan Lainnya

Benny menolak gagasan bahwa anaknya bunuh diri dengan melompat dari lantai 8 gedung sekolah hingga tergeletak di lapangan. Menurutnya, tidak ada tempat untuk melompat di lantai 8. Namun, ia melihat adanya tangga di rooftop gedung tersebut. Meskipun begitu, Benny meragukan kemungkinan tersebut karena tidak ada saksi yang melihat kejadian itu. Benny juga menyoroti fakta bahwa rekaman CCTV tidak dapat membuktikan bahwa anaknya naik ke lantai atas untuk bunuh diri.

Benny mengkritik polisi karena mereka tidak mendalami penyebab kematian anaknya dengan lebih jauh. Ia menegaskan bahwa pihak keluarga tidak puas dengan kesimpulan polisi yang menyatakan bahwa putranya bunuh diri dengan melompat.

“Tentu saja, kesimpulan yang terlalu cepat mengatakan bahwa anak saya bunuh diri, ini perlu diselidiki lebih lanjut,” tegas Benny Yusuf Nurdin. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *