Satreskrim Polresta Kendari Tangkap Tersangka Penganiayaan, Korban Masih dalam Perawatan Medis

SULTRA PERDETIK, – Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari berhasil menangkap seorang tersangka kasus penganiayaan yang terjadi di Kota Kendari. Tersangka berinisial Yusrin alias Yuyun, ditangkap pada Sabtu pagi, 10 Juni 2023, setelah pihak kepolisian mengumpulkan bukti yang cukup terkait dugaan keterlibatannya dalam tindak kekerasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, penangkapan terhadap Yusrin dilakukan berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/164/VI/2023/Spkt/Polres Kendari/Polda Sulawesi Tenggara yang dilaporkan pada hari yang sama.

Korban dalam kasus ini adalah seorang mahasiswa bernama Eryanto (23), yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di RSUD Kota Kendari.

Bacaan Lainnya

Fitrayadi mengatakan, kejadian bermula pada Jumat malam, 9 Juni 2023, ketika korban dan tersangka YUSRIN bersama teman-temannya mengonsumsi minuman beralkohol di sebuah rumah di Jalan Garuda, Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo.

Sekitar pukul 02.30 WITA pada Sabtu, terjadi pertengkaran antara keduanya yang berujung pada penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam. Korban mengalami luka-luka serius di beberapa bagian tubuhnya.

Setelah melakukan pengejaran intensif, polisi berhasil menemukan Yusrin di Jalan Sorumba, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari. Tersangka kemudian diamankan dan akan menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif di balik penganiayaan tersebut.

Kasatreskrim Polresta Kendari mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan melaporkan setiap tindakan kriminal yang terjadi di sekitar mereka.

Lanjut AKP Fitrayadi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Kendari.

“Kasus penganiayaan ini menjadi perhatian serius bagi kami, dan diharapkan penangkapan tersangka ini akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Kendari,” ucap AKP Fitrayadi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal-pasal yang berlaku, termasuk Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 dan Pasal 351 ayat (2) Subs. (1) KUHPidana terkait kepemilikan senjata tajam dan penganiayaan. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *