Operasi Polisi Berhasil Menyelamatkan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang di Penginapan Putri Dara

Polisi berhasil mengungkap jaringan perdagangan orang dan kasus perlindungan anak yang terjadi di Wisma Putri Dara, Kota Kendari. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra, Kompol I Gede Pranata Wiguna, memimpin tim Satuan Tugas Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam operasi ini., Rabu, 14 Juni 2023.
Polisi berhasil mengungkap jaringan perdagangan orang dan kasus perlindungan anak yang terjadi di Wisma Putri Dara, Kota Kendari. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra, Kompol I Gede Pranata Wiguna, memimpin tim Satuan Tugas Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam operasi ini., Rabu, 14 Juni 2023.

SULTRA PERDETIK, – Polisi berhasil mengungkap jaringan perdagangan orang dan kasus perlindungan anak yang terjadi di Wisma Putri Dara, Kota Kendari. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra, Kompol I Gede Pranata Wiguna, memimpin tim Satuan Tugas Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam operasi ini., Rabu, 14 Juni 2023.

Operasi yang dilakukan pada pukul 22.00 Wita ini melibatkan beberapa anggota kepolisian yang telah memantau aktivitas tersangka dengan cermat. Hasilnya, empat orang tersangka berhasil diamankan, di antaranya Muh. Farhan alias Farhan (18 tahun), Ardiansyah Rahim alias Ardiansyah (19 tahun), Muis alias Anca (37 tahun), dan Suardi bin Ambo Nai (21 tahun).

Kasus TPPO dan TP. Perlindungan Anak ini menjadi perhatian serius karena melibatkan korban yang rentan, termasuk anak di bawah umur. Keempat tersangka diduga melakukan perdagangan orang dengan menggunakan aplikasi Michat sebagai alat komunikasi dan penyaluran penawaran.

Bacaan Lainnya

Dalam penggerebekan yang dilakukan, tim Satuan Tugas Gakkum TPPO Subdit IV Ditreskrimum Polda Sultra berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk kondom merk “Sutra” yang diduga digunakan untuk aktivitas perdagangan seks, handphone, dan sejumlah uang tunai.

Kepolisian juga telah mengidentifikasi korban-korban yang terlibat dalam kasus ini. Di antaranya adalah AA (20 tahun), AS (17 tahun), EK (33 tahun), dan SNF (23 tahun). Proses penyelidikan dan pendalaman informasi terkait keterlibatan korban masih terus dilakukan oleh pihak berwenang guna mengungkap lebih banyak rincian kasus ini.

Kasus perdagangan orang dan eksploitasi seksual merupakan tindak pidana serius yang merugikan masyarakat, khususnya anak-anak dan perempuan. Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Perlindungan Anak telah diatur untuk memberikan perlindungan hukum bagi korban dan menindak tegas pelaku kejahatan semacam ini.

Kronologis kejadian bermula pada pukul 22.22 Wita, ketika tim Satuan Tugas Gakkum TPPO Subdit IV Ditreskrimum Polda Sultra mendapatkan informasi dari masyarakat tentang kegiatan perdagangan orang yang dilakukan oleh keempat tersangka. Kegiatan tersebut dilakukan melalui aplikasi Michat dengan harga Rp 400.000,- per orang.

Tim berhasil mengamankan para tersangka dan menyelamatkan para korban dari eksploitasi seksual. Tersangka-tersangka tersebut direncanakan akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 100.000,- dari setiap korban yang dieksploitasi.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra, Kompol I Gede Pranata Wiguna, menyatakan, “Polda Sultra akan terus berupaya melakukan tindakan tegas terhadap pelaku tindak pidana TPPO dan TP. Perlindungan Anak guna menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat, khususnya anak-anak.”.

Upaya pencegahan, penindakan, dan pendampingan terhadap korban terus dilakukan untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan keadilan dan pemulihan setelah mengalami kejadian  ini.

“Pengungkapan kasus TPPO dan TP. Perlindungan Anak ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi anak-anak dan mencegah perdagangan orang. Dukungan dan kerjasama dari masyarakat dalam melaporkan indikasi kejahatan semacam ini menjadi faktor penting dalam upaya pemberantasan tindak pidana tersebut,” tukasmya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *