Masyarakat Desa Muara Lapao-Pao Bersatu, Tutup Terminal Jetty PT CNI

Menuntut Ganti Rugi dari PT CNI atas Kerusakan Tambak

SULTRA PERDETIK, – Ratusan warga Desa Muara Lapao-Pao, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar aksi solidaritas yang menarik perhatian publik pada Kamis (16/6/2023).

Masyarakat yang tergabung dalam gerakan ini menuntut ganti rugi dari PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) atas dampak merusaknya sekitar 400 hektar tambak warga serta kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang perusahaan tersebut.

Dalam video yang menyebar luas di media sosial, terlihat warga dengan semangat membabi buta memotong tali towing kapal tongkang yang tengah bersandar di Jetty PT CNI sembari melontarkan teriakan keras,

Bacaan Lainnya

“Keluar, keluar dari kampung kami!” Aksi tegas ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan yang dialami oleh masyarakat Desa Muara Lapao-Pao.

Elis, salah satu warga Muara Lapao-Pao yang terdampak, menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah berlangsung sejak tahun 2017.

Aktivitas tambang PT CNI disinyalir telah merusak sekitar 400 hektar tambak warga dengan nilai kerugian mencapai Rp 1,3 miliar, yang belum juga dibayarkan oleh perusahaan.

Tambak yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga tersebut mengalami kerusakan parah, sementara satu alat berat excavator juga ikut merusak lingkungan.

Namun, tuntutan masyarakat tidak berhenti di situ. Mereka juga menyoroti jebolnya tanggul penahan air perusahaan yang menyebabkan banjir dan kerugian bagi warga setempat.

Tindakan penutupan Terminal Jetty PT CNI oleh massa merupakan bentuk keputusan kolektif untuk memberhentikan seluruh aktivitas pertambangan di Desa Muara Lapao-Pao, sebagai langkah tegas hingga tuntutan mereka terpenuhi oleh pihak perusahaan.

Mengenai tuntutan lainnya, masyarakat Desa Muara Lapao-Pao meminta agar PT CNI memberikan kompensasi terkait penerapan peraturan pungutan pendapatan asli desa khusus tambat labuh (PAD).

Saat ini, belum ada jawaban yang memuaskan dari pihak perusahaan, dan aksi ini diharapkan dapat menjadi panggilan kuat untuk perhatian dan solusi yang adil.

Massa yang bertekad kuat untuk mencapai keadilan dan pemulihan lingkungan tidak memberikan batas waktu pada penutupan Terminal Jetty.

Mereka berkomitmen untuk menduduki pelabuhan tersebut hingga solusi yang memuaskan dapat ditemukan.

Keberanian dan kebersamaan mereka menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya yang berjuang melawan ketidakadilan lingkungan di seluruh Indonesia.

Aksi penutupan Terminal Jetty PT CNI oleh masyarakat Desa Muara Lapao-Pao adalah momentum penting untuk mengangkat isu perlindungan lingkungan dan keadilan sosial.

Masyarakat Sulawesi Tenggara bersama-sama berharap agar pihak terkait dapat merespons dengan serius dan segera menyelesaikan masalah ini demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *