HKTI Sultra: Memuliakan Petani dan Membangun Pertanian sebagai Profesi Unggulan

SULTRA PERDETIK, – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Tenggara telah menggelar acara yang bertujuan untuk memuliakan petani dan menjadikan pertanian sebagai profesi yang dihormati.

Acara ini diselenggarakan Panen Padi Inpari 33 di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu 28 Juni 2023.

Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua HKTI Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, disampaikan bahwa HKTI Sulawesi Tenggara telah melaksanakan sejumlah program nyata untuk meningkatkan kuantitas/produktivitas, kualitas dan kuntinuitas padi sawah di daerah tersebut.

Bacaan Lainnya

 

Pada tahun lalu, HKTI telah menyediakan benih yang tersertifikasi secara gratis kepada petani, agar menggunakan benih yang baik dan unggul.

Tahun ini, HKTI Sulawesi Tenggara melanjutkan program tersebut dengan membuat demplot sistem tanam padi yang baik di Desa Lebo Jaya, Konda, Konawe Selatan.

Demplot ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada petani mengenai cara budidaya (good agricultural practices) melalui sistem tanam pindah jajar legowo 2: 1, 3: 1, dan 4 : 1.

 

“Diharapkan dengan adanya demplot ini, masyarakat/petani dapat meningkatkan produktivitas lebih dari 5 ton,” ucap ASR, sapaan akrab Andi Sumangerukka.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata produksi padi sawah di Sulawesi Tenggara hanya sekitar 4,4 ton per hektar.

Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas padi sawah di daerah tersebut.

Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo untuk melaksanakan program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) dengan magang di demplot padi sawah HKTI di Desa Lebo Jaya.

Melalui magang ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari petani-petani berpengalaman mengenai teknik pertanian yang efektif dan berkelanjutan.

 

Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya HKTI Sulawesi Tenggara untuk memperluas wilayah binaan di seluruh provinsi.

“Dengan memuliakan petani dan menjadikan pertanian sebagai profesi yang dihormati, diharapkan akan tercipta kebanggaan dan kepercayaan diri bagi para petani,” terang ASR.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Balai Penerapan Standardisasi Instrumen Pertanian (BPSIP) Dr. Abdul Wahab, SP, MP, Wakil Ketua HKTI bidang tanaman pangan, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si., Sekretaris Umum, Prof. Dr. Ine Fausayana SE., M.Si., Dewan Pakar HKTI Sultra, Prof. Dr. Andi Khaeruni, M.Si., serta sejumlah pengurus HKTI Sultra.

Pemerintah setempat dan tokoh masyarakat dari Kabupaten Konawe Selatan juga turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap upaya memuliakan petani dan mengembangkan pertanian.

Dengan adanya kerjasama yang solid antara HKTI, pemerintah, akademisi, dan masyarakat, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi petani di Sulawesi Tenggara.

Pertanian sebagai salah satu sektor vital dalam perekonomian perlu terus didukung dan dikembangkan untuk memastikan keberlanjutan produksi pangan dan kesejahteraan petani sebagai garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pangan bangsa. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *