HKTI Sulawesi Tenggara Membuka Era Baru, Kenaikan NTP Memberi Harapan Bagi Petani

SULTRA PERDETIK, – Pertanian di Sulawesi Tenggara semakin menggeliat dengan adanya peningkatan signifikan dalam Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juni 2023. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin kemarin menunjukkan bahwa NTP mencapai angka tertinggi sepanjang tahun ini, mengindikasikan adanya peningkatan dalam daya beli petani di daerah ini.

Menurut laporan BPS Sulawesi Tenggara, NTP pada bulan Juni mencapai 101,19, meningkat sebesar 1,18 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 100,01. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,40 persen.

Bacaan Lainnya

Indeks harga yang diterima ini mencerminkan harga jual produk pertanian yang diterima oleh petani di pasar. Meskipun demikian, indeks harga yang dibayar petani (Ib) juga mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen, menunjukkan adanya peningkatan biaya pembelian barang dan jasa dalam produksi pertanian.

NTP sendiri merupakan indikator penting yang menunjukkan daya tukar produk pertanian petani dengan barang dan jasa yang dikonsumsi serta biaya produksi. Dengan peningkatan NTP ini, petani di Sulawesi Tenggara diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membeli kebutuhan produksi dan barang konsumsi, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan mereka.

Dalam wawancara dengan salah satu petani di Sulawesi Tenggara, Bapak Iskandar, Dia menyampaikan kegembiraannya atas peningkatan NTP tersebut. “Kami sangat berterima kasih dengan adanya peningkatan NTP ini. Kami dapat membeli barang dan jasa yang dibutuhkan dalam produksi pertanian dengan harga yang lebih baik, sehingga hasil panen kami semakin meningkat,” ujarnya dengan senyum ceria.

Kenaikan NTP ini juga memberikan harapan baru bagi sektor pertanian di Sulawesi Tenggara. Dengan adanya peningkatan daya beli petani, diharapkan mereka dapat mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Dalam rangka memperkuat sektor pertanian, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Tenggara telah mengadakan acara penting. Acara Panen Padi Inpari 33 yang diselenggarakan di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan pada tanggal 28 Juni 2023, bertujuan untuk memuliakan petani dan mendorong perkembangan pertanian di daerah ini.

HKTI Sulawesi Tenggara telah melaksanakan sejumlah program nyata untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas padi sawah di wilayah binaan mereka. Salah satu program yang dilakukan adalah menyediakan benih yang berkualitas secara gratis kepada petani.

Tahun ini, HKTI Sulawesi Tenggara melanjutkan program tersebut dengan melakukan demplot sistem tanam padi yang baik di Desa Lebo Jaya, Konda, Konawe Selatan. Demplot ini memberikan contoh kepada petani mengenai cara budidaya melalui sistem tanam pindah jajar legowo.

“Diharapkan dengan adanya demplot ini, petani dapat meningkatkan produktivitas lebih dari 5 ton,” ucap Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Ketua HKTI Sulawesi Tenggara.

Program ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo untuk melakukan program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) dengan magang di demplot padi sawah HKTI di Desa Lebo Jaya.

Melalui magang ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari petani berpengalaman mengenai teknik pertanian yang efektif dan berkelanjutan.

Dengan adanya peningkatan NTP dan berbagai upaya yang dilakukan oleh HKTI, pemerintah, akademisi, dan masyarakat, harapan baru bagi pertanian Sulawesi Tenggara semakin menguat.

Dukungan terhadap sektor pertanian menjadi kunci penting dalam memastikan kelangsungan produksi pangan dan kesejahteraan petani sebagai garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pangan bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *