Sulawesi Tenggara Diguncang Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Yacht Rp9,9 Miliar!

Ilustrasi
Ilustrasi

SULTRA PERDETIK, – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang menginvestigasi dugaan korupsi pengadaan kapal yacht senilai Rp9,9 miliar.

Kasus ini berawal dari laporan yang diterima oleh Polda Sultra pada tahun 2022. Kasubdit III Tipikor Polda Sultra, AKBP Honesto R Dasinglolo, mengungkapkan bahwa kapal Azimut 43 Atlantis tersebut merupakan proyek pengadaan barang oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra).

Pada tahun 2020, lelang pengadaan kapal ini dilakukan oleh Biro Umum Pemprov Sultra menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bacaan Lainnya

Namun, selama penyidikan, polisi menemukan bahwa kapal tersebut sebenarnya merupakan barang bekas.

Kapal tersebut ditemukan terparkir di Pantai Indah Kapuk, kawasan perumahan elit di DKI Jakarta.

Menurut penyidik, kapal yacht ini dijual oleh seorang pemilik bernama Toto melalui pihak ketiga kepada Pemprov Sultra.

Namun, penjual kapal tersebut, yang bernama Toto, diketahui telah meninggal dunia, sehingga sulit untuk mengetahui nilai jual sebenarnya.

Karena itu, Polda Sultra belum dapat memastikan jumlah kerugian negara dalam kasus ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kerugian dalam proyek lelang kapal ini, penyidik telah meminta Inspektorat melakukan audit investigasi.

Kasus ini juga mencuat karena diduga terjadi kemahalan dalam harga pembelian kapal pesiar mewah tersebut.

Polda Sultra menyelidiki proses tender pengadaan kapal ini yang dilakukan oleh Biro Umum Pemprov Sultra pada tahun 2020.

Beberapa saksi telah diperiksa dalam penyelidikan ini, termasuk Kepala Biro Umum Sekprov Sultra, eks Kepala Biro Umum, pejabat Biro LPSE, kontraktor, agen kapal, dan Bea Cukai.

Selain dugaan kemahalan harga, Polda Sultra juga menemukan fakta bahwa kapal tersebut digunakan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, sejak tahun 2020.

Pemprov Sultra memberikan tanggapan terbatas terkait kasus ini.

Ridwan Badallah, yang merupakan pihak terkait, menyatakan bahwa ia tidak bisa memberikan komentar karena secara pribadi tidak mengetahui masalah tersebut.

Kepala Biro Umum Setda Sultra, Abdul Rajab, juga belum memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan hasil audit investigasi dari Inspektorat diharapkan dapat mengungkap lebih lanjut tentang dugaan korupsi dalam pengadaan kapal yacht ini.

Polda Sultra berencana untuk mengungkap hasil audit tersebut. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar