Kisah Penuh Perjuangan: Anak Buruh Semen Binongko Berhasil Mengejar Impian Jadi Anggota Polri

SULTRA PERDETIK, – Sebuah kisah inspiratif muncul dari Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, di mana seorang anak buruh semen asal Pulau Binongko, Ahmad Rifai, berhasil mencapai tahap akhir seleksi Penerimaan Polri.

Kabar baik ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak tergantung pada latar belakang sosial dan ekonomi seseorang.

Bacaan Lainnya

Ahmad Rifai, yang saat ini tengah mengikuti seleksi di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Polisi (Panda) Polda Sulawesi Tenggara, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju tahap akhir seleksi ini tidaklah mudah.

Dia menjalani semua tahapan seleksi dengan penuh tekun dan dibawah pengawasan ketat dari pengawas internal dan eksternal, sehingga seleksinya terbebas dari calo dan biaya yang tidak semestinya.

Dilansir dari Tribunnewssultra.com, Ahmad Rifai mengungkapkan bahwa persiapannya untuk seleksi masuk Polri berlangsung selama 1,5 tahun.

Dia menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mempersiapkan diri secara fisik maupun akademik. Semua usaha dan kerja kerasnya membawa hasil, karena saat ini Ahmad Rifai tidak sendirian dalam pencapaian ini.

Ada juga 23 Casis Polri asal Wakatobi dan daerah sekitarnya yang juga telah mencapai tahap akhir seleksi dan tinggal menunggu pengumuman.

Ahmad Rifai berharap dengan sistem penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), impian menjadi anggota Polri dapat terwujud.

Bintara Muda itu mengajak teman-teman dari Wakatobi yang mungkin merasa minder untuk mendaftar karena terkendala biaya, agar tidak ragu dan mendaftarkan diri.

Ahmad Rifai menekankan bahwa penerimaan Polri tidak dipungut biaya dan ia berpesan agar tidak membiarkan calo merekrut mereka.

Ditempat terpisah, Karo SDM Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Danang Beny, memberikan apresiasi terhadap prestasi Ahmad Rifai dan para Casis Polri asal Wakatobi.

Dia menyatakan kebanggaannya terhadap dedikasi dan kerja keras yang mereka tunjukkan dalam proses seleksi.

Kombes Pol Danang Beny juga menegaskan komitmen Polda Sulawesi Tenggara untuk menjaga proses seleksi yang adil, bersih, dan transparan.

“Kisah Ahmad Rifai dan para Casis Polri asal Wakatobi menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa dengan tekad, persiapan, dan kesempatan yang adil, siapa pun dapat meraih mimpi dan meraih kesuksesan dalam seleksi anggota Polri,” ucap Beny. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *