Ini Daftar ‘Pemain’ Nikel Menambang Cuan di Tanah Air

Pemain Nikel
Pemain Nikel

SULTRA PERDETIK, – Indonesia terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia. Dalam sebuah laporan terbaru yang dirilis oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan bijih nikel terbesar di dunia, mencapai 4,5 miliar ton.

Namun, nilai sumber dayanya diperkirakan bisa mencapai 11,7 miliar ton. Sumber-sumber nikel ini sebagian besar terdapat di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

Berdasarkan data yang terdapat dalam Booklet Nikel 2020, lonjakan permintaan akan nikel terjadi seiring dengan pertumbuhan pesat industri kendaraan listrik di berbagai belahan dunia.

Bacaan Lainnya

Permintaan yang tinggi ini telah menarik minat para investor untuk datang ke Indonesia dan melakukan investasi dalam sektor nikel.

Untuk memanfaatkan potensi tersebut, pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan hilirisasi yang mengharuskan semua kegiatan pertambangan dan pemurnian nikel dilakukan di dalam negeri. Sejak Januari 2020, Presiden Joko Widodo secara resmi melarang ekspor bijih nikel mentah. Hal ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri dan mendorong pengembangan smelter di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pada tahun 2020 terdapat 11 izin usaha tambang (IUP) dan 1 kontrak karya (KK) yang menjadi pemasok bagi 11 smelter yang beroperasi di Indonesia.

Meskipun data ini hanya mencakup perusahaan tambang nikel, minat investor dalam sektor ini semakin meningkat, baik dari pengusaha lokal maupun pemodal asing.

Beberapa perusahaan tambang nikel terkemuka di Indonesia antara lain PT Vale Indonesia Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara, PT Bintang Delapan Mineral, PT Bintang Delapan Energi, PT Trimegah Bangun Persada (Harita Nickel), PT Gane Permai Sentosa, PT Itamatra Nusantara, dan PT Wanatiara Persada.

Dalam perkembangan menarik, beberapa perusahaan tambang batu bara ternama seperti PT Harum Energy Tbk dan PT Adaro Energy Tbk juga telah melirik sektor nikel sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. PT Harum Energy Tbk telah memutuskan untuk memasuki industri nikel sebagai diversifikasi usaha, sedangkan PT Adaro Energy Tbk, melalui anak usahanya PT Alam Tri Abadi, telah melakukan akuisisi saham PT Cita Mineral Investindo Tbk yang bergerak di bidang pertambangan nikel.

Potensi besar dari sektor nikel di Indonesia menunjukkan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian negara.

Dengan cadangan bijih yang melimpah dan permintaan yang terus meningkat, Indonesia berada dalam posisi yang menguntungkan untuk menjadi pemain utama dalam industri nikel global. Diharapkan, pemanfaatan sumber daya nikel yang bijaksana dan pengembangan smelter di dalam negeri akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia secara luas.

Dalam menghadapi peluang ini, pemerintah Indonesia perlu memastikan keberlanjutan pertambangan yang berkelanjutan, perlindungan lingkungan, dan distribusi kekayaan yang adil, sehingga industri nikel di Indonesia dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan rakyat Indonesia. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *