Karyawan PLN UP3 Kendari Disandera Teroris, Berhasil Diamankan oleh Satuan Brimob Polda Sultra

SULTRA PERDETIK, – Ketegangan melanda kantor PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kendari setelah sekelompok teroris menyandera karyawan dalam serangan yang mengejutkan.

Namun, berita menggembirakan datang ketika Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara berhasil mengatasi situasi tersebut dan berhasil membebaskan para sandera.

Kejadian ini baru-baru ini terungkap sebagai sebuah simulasi yang dilakukan oleh PLN UP3 Kendari dalam upaya meningkatkan keamanan dan penanganan terorisme di Objek Vital Nasional (OBVITNAS).

Bacaan Lainnya

Pada Selasa (11/7/2023), teroris yang diduga kuat berafiliasi dengan kelompok teroris lokal menyusup masuk ke kantor PLN UP3 Kendari dan dengan cepat mengambil alih kontrol atas bangunan tersebut.

Mereka menyandera sejumlah karyawan dan menempatkan benda yang dicurigai sebagai bom di dalam gedung. Situasi tersebut menyebabkan panik dan kekhawatiran di kalangan karyawan dan masyarakat sekitar.

Tapi, tim Satuan Brimob Polda Sultra yang terdiri dari Detasemen Gegana dan Jibom, dengan bantuan unsur pengamanan internal PLN, segera merespons serangan tersebut.

Dalam operasi yang berlangsung selama beberapa jam, mereka berhasil membebaskan semua karyawan yang disandera dengan menggunakan taktik yang terlatih dan strategi yang matang.

Kepala Bagian Operasional Satuan Brimob Polda Sultra, AKP Asri Dyni, menekankan pentingnya latihan dan simulasi semacam ini dalam menangani situasi darurat seperti penyanderaan.

Dia juga memuji keberanian dan kecakapan tim yang berpartisipasi dalam operasi penyelamatan yang berisiko tinggi ini.

Arjono Sumenep, Team Leader K3L dan Keamanan PLN UP3 Kendari, menyatakan rasa terima kasih kepada Satuan Brimob Polda Sultra atas partisipasinya dalam simulasi ini.

Dia mengungkapkan bahwa pelatihan semacam ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapan dan responsivitas personil pengamanan serta karyawan dalam menghadapi ancaman terorisme yang nyata.

Lanjut Arjono menjelaskan bahwa simulasi ini bukan hanya sekadar uji coba, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kerjasama dengan kepolisian dalam upaya menjaga keamanan objek vital nasional.

Mereka berharap simulasi ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan responsifitas seluruh karyawan PLN dalam menghadapi situasi darurat dan mengantisipasi ancaman terorisme.

Dengan adanya simulasi ini, diharapkan PLN UP3 Kendari dan Satuan Brimob Polda Sultra semakin siap menghadapi ancaman-ancaman yang nyata di masa depan.

Keberhasilan simulasi ini menunjukkan betapa seriusnya PLN UP3 Kendari dalam melindungi kepentingan nasional dan menghadapi ancaman terorisme dengan tegas. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *