Peduli Terhadap Kondisi Jalan di Kota Kendari, Kapolresta Kendari Ajak Warga Laporkan Kerusakan Jalan

SULTRA PERDETIK, – Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muhammad Eka Faturahman, telah menyampaikan pentingnya keselamatan para pengendara jalan yang mengalami kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan rusak atau berlubang.

Dia mengimbau kepada warga dan para pengendara untuk melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait, termasuk kepolisian.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolresta Kendari saat ia melakukan tinjauan langsung terhadap proses rekayasa lalu lintas di Jalan Malaka, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), tepatnya di depan SPBU Anduonohu pada hari Selasa (18/7/2023).

Bacaan Lainnya

Eka Faturahman mengungkapkan, “Jika ada masyarakat yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak, mereka dapat melaporkannya kepada polisi,” tegasnya.

Menurutnya, korban kecelakaan yang disebabkan oleh jalan rusak memiliki hak untuk menuntut pemerintah sebagai penyelenggara jalan, sesuai dengan Pasal 24 ayat 1 dan Pasal 273 ayat 1 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan akibat jalan rusak, sesuai dengan UU tersebut, pemerintah diharuskan segera memperbaiki jalan yang rusak.

Jika tidak ada dana untuk perbaikan, setidaknya diberikan rambu-rambu kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap kondisi jalan yang rusak atau berlubang.

Hal ini tertuang dalam Pasal 24 ayat 2, yang menegaskan bahwa jika perbaikan jalan yang rusak atau berlubang belum dilakukan, penyelenggara jalan wajib memberikan tanda peringatan atau rambu-rambu hati-hati untuk menghindari kecelakaan atau kerusakan lingkungan.

Eka menjelaskan, “Pemerintah dan pemerintah daerah dapat dikenakan sanksi pidana jika membiarkan jalan rusak yang menyebabkan kecelakaan, dengan ancaman hukuman minimal enam bulan hingga lima tahun penjara dan denda antara Rp1,5 juta hingga Rp120 juta,” ungkapnya.

Dalam hal ini, kepolisian tetap akan memproses laporan dari korban kecelakaan akibat lubang jalan, meskipun kecelakaan tersebut tidak melibatkan kendaraan lain.

Perlu diketahui, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana anggaran sebesar Rp32,7 triliun untuk periode 2023-2024 guna memperbaiki jalan yang rusak di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebagai langkah konkret dalam menghadapi kondisi jalan rusak, Polresta Kendari telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus di Jalan Malaka, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), tepatnya di depan SPBU Anduonohu.

Rekayasa lalu lintas ini dilakukan oleh Polresta Kendari karena kondisi jalan di salah satu ruas jalan tersebut rusak parah dan belum diperbaiki. Selain rusak, jalan tersebut juga tergenang air setelah hujan.

Eka menjelaskan, “Hari ini kita melakukan rekayasa jalan dengan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur sebaliknya.” Langkah ini diambil karena sering terjadi kecelakaan, bahkan terkadang mobil mogok di tengah jalan rusak tersebut, menyebabkan kemacetan yang panjang.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Harmunadin, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan perbaikan jalan tersebut. “Kami akan segera memperbaiki jalan dengan cara menghamparkan material, kemudian dipadatkan dan diaspal. Kami juga akan memperbaiki saluran air yang menghalangi aliran air,” ungkap Harmunadin yang juga berada di lokasi jalan rusak.

Menurut Harmunadin, kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh genangan air yang tidak dapat mengalir karena drainase yang tidak berfungsi. “Jalan rusak karena air yang terjebak dan menyebabkan permukaan jalan menjadi lembek, akhirnya jalan menjadi rusak dan berlubang,” jelasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Mungkin Proyek perbaikan jalan belum jalan juga. Tahun ini memang belum ada terlihat perbaikan jalan. Jalan Made Sabara saja yang mungkin sering dilewati para pejabat kini rusak parah