Pemuda Bawa Senjata Tajam Diamankan di Pertigaan Kampus UHO

SULTRA PERDETIK, – Pada Selasa dini hari, tepatnya pukul 01.22 Wita, tindakan sigap dari Tim Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) Polresta Kendari berhasil mencegah potensi ancaman kekerasan dengan berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang pemuda yang membawa senjata tajam (celurit).

Insiden ini terjadi di Pertigaan Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Dari informasi yang diperoleh, pemuda yang diidentifikasi dengan inisial MD dan berusia 15 tahun ini diamankan oleh petugas setelah ditemukan membawa dua buah celurit tanpa gagang.

Bacaan Lainnya

Tim patroli yang sedang melaksanakan patroli rutin di Kota Kendari melihat tiga individu berboncengan tiga di sebuah sepeda motor di Pertigaan Kampus UHO.

Pemeriksaan rutin atas kepatuhan berlalu lintas mengungkap keberadaan senjata-senjata tajam dalam kendaraan mereka.

Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, mengkonfirmasi bahwa selain dari penemuan celurit tanpa gagang dalam tas milik MD, pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa pemuda ini juga menyembunyikan celurit lainnya di dekat perutnya.

Dalam keterangan resmi, AKP Fitrayadi mengungkapkan bahwa pemuda tersebut mengakui membawa senjata-senjata tajam tersebut dengan maksud untuk melakukan tindakan balas dendam atas peristiwa pembegalan yang pernah menimpanya di pantai Toronipa.

Penangkapan MD memicu keprihatinan dan peringatan dari Kepolisian terkait potensi ancaman kekerasan dan balas dendam di kalangan masyarakat.

Pihak berwenang menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban dan keamanan di daerah ini serta mengajak masyarakat untuk menyelesaikan konflik melalui jalur hukum yang berlaku.

MD saat ini menjalani proses penyidikan sesuai dengan hukum yang berlaku, dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 yang mengatur tentang kepemilikan senjata tajam sebagai dasar penuntutan.

Jika terbukti bersalah, MD dapat menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun.

 Kepolisian berharap bahwa kasus ini juga akan memberikan dampak pencerahan bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan bersama dan meredam potensi konflik dengan jalur yang sah dan damai. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *