Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara Gempur Penambangan Emas Ilegal di Bombana, Terpidana Hingga 5 Tahun Penjara!

SULTRA PERDETIK, – Pada hari Kamis, 31 Agustus 2023, tim penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara menerima informasi dari masyarakat mengenai kegiatan penambangan emas ilegal yang berlangsung di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Informasi ini mengantarkan mereka pada perjalanan yang penuh tantangan, menuju lokasi terpencil yang tersembunyi di desa tersebut.

Dirkrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko melalui Kasubdit IV Tipidter, Ditreskrimsus Polda Sultra, Kompol Ronald Arron Maramis mengatakan, pada saat tiba di lokasi, penyidik menghadapi akses yang sulit dan jarak yang cukup jauh dari perkampungan terdekat.

Bacaan Lainnya

Namun, tekad untuk mengungkap kebenaran tentang penambangan emas ilegal tak pernah luntur. Hasilnya, penyidik berhasil menemukan bukti yang cukup untuk mengindikasikan bahwa kegiatan penambangan emas ilegal tengah berlangsung di sana.

Penambangan emas ilegal ini ternyata telah berlangsung cukup lama dan melibatkan penggunaan beberapa mesin produksi emas yang ilegal.

Masyarakat sekitar yang hidup dalam ketakutan dan dampak lingkungan yang merugikan, akhirnya mendapat harapan dengan tindakan tegas dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra.

“Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan yang cermat, penyidik berhasil menetapkan seorang tersangka dengan inisial BG,” sebutnya Kompol Ronald.

Lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Baubau itu menyampaikan, tersangka BG diduga terlibat secara aktif dalam praktik penambangan emas ilegal yang merusak ekosistem dan melanggar hukum yang berlaku.

Atas dasar bukti yang cukup kuat, BG kemudian ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sulawesi Tenggara sejak 1 September 2023.

Tersangka BG dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan/atau Pasal 56 ke-2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Pasal ini mengatur bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).

Sejumlah barang bukti penting juga berhasil diamankan, termasuk 5 unit mesin diesel dan 4 set mesin crusher yang digunakan dalam praktik ilegal tersebut.

Razia penambangan emas ilegal ini merupakan langkah penting dalam upaya Polda Sulawesi Tenggara untuk melindungi sumber daya alam dan lingkungan hidup di daerah ini.

“Semoga tindakan ini dapat menjadi pelajaran bagi mereka yang berusaha melanggar hukum demi keuntungan pribadi, bahwa pelanggaran semacam itu tidak akan dibiarkan terus menerus,” tegas Kompol Ronald. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *