Remedy Music dan rekam jejak 30 tahun musik keras di Jerman

Remedy Music kemudian rekam jejak 30 tahun musik keras di area Jerman

Hamburg – Jerman adalah salah satu negara yang hal itu mempunyai rekam jejak masyhur dalam musik keras, utamanya aliran heavy metal. Sejak lama, negara yang digunakan berada di tempat tempat wilayah Eropa Barat itu dikenal mempunyai sejarah panjang yang mana digunakan membesarkan skena heavy metal dalam Benua Biru. Pada akhirnya, heavy metal yang digunakan mempunyai banyak turunan aliran musik itu menjadi amat berkembang di dalam area Eropa terutama Jerman, lewat sederet band besar.

Bicara band berisik dari Jerman, siapa tak kenal Rammstein? Band selama Kota Berlin hal itu sudah menyebabkan bising dunia sejak tahun 1994 hingga milidetik ini. Pernah dua kali menjadi nomine untuk "Best Metal Performance" pada ajang Grammy Awards, Rammstein adalah pelopor genre yang digunakan disebut sebagai Neue Deutsche Härte alias penggabungan metal alternatif, groove, kemudian elektronika.

Tak heran kalau band yang mana digunakan sudah merilis sebanyak 8 album studio itu kerap menjadi kiblat bagi band-band metal baru dalam urusan lirik juga juga aksi panggung provokatif dengan musik yang digunakan dimaksud gelap berbalut melodi distorsi keras lalu kasar.

Bacaan Lainnya
Rangkaian rak yang digunakan menampung koleksi keping padat ucapan (CD) yang mana yang ada dalam Remedy Music dalam Hamburg, Jerman. (ANTARA/Ahmad Faishal)

Tetapi, Jerman bukan ada cuma monopoli Ramstein. Negara yang digunakan disebut adalah ibu kandung dari banyak band gahar lain. Simak belaka Scorpions jika Hanover — sekalipun punya nomor cengeng seperti "Wind of Change", tetap terdengar benar-benar galak pada album "Love At First Sting" (1984), "Blackout" (1982), "Taken By Force" (1977), kemudian "Virgin Killer" (1976).

Deret nama band lain seperti Accept, Kreator, Sodom, Destruction, Necrophagist, Helloween, serta Heaven Shall Burn, dapat dikatakan sebagai beberapa orang kelompok musik berisik yang dimaksud itu menyuguhkan jaminan aksi headbangin' penonton di dalam tempat setiap gelaran panggung yang dimaksud mana merek jajaki.

Jika mendiskusikan tentang dunia panggung musik keras, Jerman juga tak boleh dilewatkan. Para penggemar headbang tentu akan merasa resah sekaligus tak menjadi sah memberi label diri merek sebagai umat heavy metal, bila belum berkunjung ke festival musik Wacken Open Air.

Digagas sejak tahun 1989, Wacken Open Air merupakan festival musik heavy metal terbesar planet ini yang mana digelar secara terbuka dalam permukiman Wacken pada kawasan Schleswig-Holstein, Jerman. Nyaris semua band gahar berkualitas wahid pernah meramaikan festival musik bising itu, di tempat tempat antaranya Slipknot, Slayer, Judas Priest, Powerwolf, Saxon, Twisted Sister, lalu juga Dimmu Borgir.

Super grup dari Indonesia juga tak mau ketinggalan meramaikan festival musik gahar tersebut. Tercatat nama-nama seperti Burgerkill, Beside, Jasad, Down for Life, Taring, Ludicia, hingga Voice of Baceprot (VOB), pernah hadir juga juga menyapa para headbangers pada dalam Wacken Open Air.

Koleksi vinyl yang dimaksud dijual di dalam tempat Remedy Music Hamburg, Jerman. (ANTARA/Ahmad Faishal)

Remedy Music

Tidak sah pula rasanya bila saat berkunjung ke Jerman, namun tiada bertandang ke salah satu toko musik paling gahar yang mana menampilkan ragam koleksi rekaman rock serta heavy metal bernama Remedy Music. Maka, ketika berada pada Kota Hamburg, ANTARA menyempatkan untuk mampir ke Remedy Music yang digunakan hal tersebut merupakan salah satu toko rekaman musik berusia sejenis tuanya dengan festival Wacken Open Air, alias sudah berisik sejak 1989!

Saat kali pertama menginjakkan kaki dalam tempat pintu masuk Remedy Music, pengunjung akan langsung disuguhi oleh dentuman drum, pekikan tajam gitar, serta raungan vokal berat dari sebuah kelompok musik yang dimaksud mampu belaka terdengar awam di dalam tempat telinga. Maklum, Remedy Music tak cuma menghadirkan koleksi rekaman musik deret band yang tersebut mana sudah mendunia seperti AC/DC, Black Sabbath, Motorhead, KISS, atau Van Halen, namun juga menguarkan musik dari band-band lokal kebanggaan Jerman, sebut hanya saja band KneipenTerroristen, Torment, atau Paragon.

Koleksi kaset kemudian video yang mana dimaksud dijual pada tempat Remedy Music Hamburg, Jerman. (ANTARA/Ahmad Faishal)

Musik yang mana dimaksud menguar tentu memberikan kesan gagah, kala mengiringi pengunjung untuk mulai membenamkan diri ke dalam koleksi berbagai barang di tempat tempat Remedy Music. Pada bagian muka dekat pintu masuk, toko ini mulai dijejali ragam koleksi kaus band yang tersebut digunakan sebagian besar mengusung warna dasar hitam dengan desain berwarna putih. Sejumlah nama band dunia terpampang di tempat area sebuah rak panjang yang tersebut dimaksud menautkan kaus demi kaus serta baju hangat bertudung.

Tetapi, bila tak tertarik atau bosan membeli koleksi kaus band rock atau metal arus-utama, maka pengunjung sanggup mendapatkan kaus band yang mana masih tergolong asing dilihat namun miliki desain menarik. Harga kaus band yang mana mana ada pada di tempat lokasi ini diberi label pada rentang 5 euro hingga 10 euro atau setara Rp90 ribu – Rp170 ribu.

Bergeser belaka semata beberapa meter dari rak pakaian, pengunjung dapat segera menikmati ribuan koleksi rekaman Remedy Music dalam bentuk cakram padat pengumuman (CD), cakram padat video (DVD) standar lalu blue-ray, piringan hitam, hingga video home system (VHS). Semua koleksi baru maupun tangan kedua yang mana mana menghiasi rak demi rak, disusun sesuai deret abjad agar memudahkan pengunjung untuk menemukan koleksi yang mana yang disebut merekan inginkan.

Superioritas Remedy Music meliputi ragam koleksi genre dari varian heavy metal, hard rock, grind core, punk, crossover, doom, NWOBHM, death core, neo trash, death 'n' roll, mathcore, folk, psychobilly, avantgarde black metal, hip hop, hingga non-metal.

Koleksi vinyl yang tersebut mana dijual dengan penawaran biaya istimewa pada Remedy Music Hamburg, Jerman. (ANTARA/Ahmad Faishal)

"Toko yang dimaksud ada dalam dalam lokasi ini sudah berusia sekitar 10 tahun. Kami mempunyai tiga toko di tempat area lokasi berbeda yang dimaksud mengedarkan koleksi rekaman sejak 30 tahun lalu," mengakses pemilik Remedy Music bernama Jörn dengan penuh keramahan.

Jörn yang digunakan mempunyai model rambut berwarna kuning pucat yang mana yang diikat ke bagian belakang kepala menjelaskan, sebagian besar pengunjung toko kerap mencari koleksi piringan hitam atau vinyl. Mayoritas dia berasal dari sekitar wilayah Eropa, meskipun ada pula wisatawan yang mana mana berasal dari Amerika atau Asia. Biasanya, toko akan ramai oleh pengunjung pada pertengahan tahun atau ketika tiba masa libur musim panas.

"Koleksi yang digunakan paling banyak diburu tentu cuma vinyl, walau ada juga orang-orang yang tersebut digunakan membeli kepingan CD oleh sebab itu kami menyediakan banyak sekali CD pada sini," kata Jörn yang juga merangkap sebagai seseorang vokalis dari sebuah band metal lokal Jerman.

Harga CD pada tempat Remedy Music berkisar dari 3 hingga 10 euro atau sekitar Rp50 ribu – Rp 170 ribu dengan berbagai penawaran menarik, seperti potongan tarif jual pembelian jumlah total total tertentu atau paket 3 keping CD seharga 25 euro atau setara Rp400 ribu. Sedangkan koleksi CD langka pada toko ini dimulai dari tarif 20 euro ke atas atau sekitar Rp320 ribu.

Sementara untuk VHS kemudian DVD, Remedy Music mengedarkan dengan rentang tarif dari 4 euro hingga 30 euro atau setara Rp70 ribu – Rp1 juta. Sedangkan dari departemen koleksi vinyl, Remedy Music memberi banderol pada rentang biaya 15 euro atau Rp250 ribu hingga 40 euro atau Rp650 ribu untuk vinyl ganda.

Remedy Music juga memiliki beberapa koleksi super langka berharga cukup fantastis yang digunakan hal itu kerap menciptakan para kolektor meneteskan air liur. Jörn menyebutkan bahwa toko yang disebut mempunyai ragam barang berbau band KISS dan juga juga Iron Maiden yang dipatok dengan nilai tukar jual tak main-main.

Pemilik toko Remedy Music Hamburg Jerman bernama Jörn yang digunakan mana merangkap sebagai seseorang vokalis band metal. (ANTARA/Ahmad Faishal)

"Kami ada bagian khusus yang mana menampilkan barang-barang langka dengan nilai tukar mahal, semisal action figures dari personel Misfits atau koleksi rekaman Iron Maiden kemudian Motorhead. Ada juga beberapa rekaman tua dari band-band black metal yang sangat langka juga jadi incaran kolektor. Harganya berkisar dari 40 sampai 100 euro. Kami juga menyimpan beberapa barang seharga beberapa ribu euro sebab barang hal itu sangat sulit sekali diperoleh," ucap Jörn yang mana hal itu dengan bangga mengenakan kaus tanpa lengan berdesain perayaan 25 tahun usia band miliknya.

Meski dijejali ribuan koleksi mengagumkan, Jörn mengaku cuma membutuhkan paling banyak tiga orang — termasuk dirinya, untuk mengurusi segala hal pada tempat dalam toko Remedy Music sekaligus mengirimkan pesanan ke berbagai wilayah dari skema pembelian daring.

"Saya mengelola toko ini bersama pacar serta ada satu orang pegawai lain yang dimaksud membantu kami," katanya seraya tersenyum.

Pada kunjungan kali ini, ANTARA membutuhkan waktu sedikitnya 30 menit untuk mencermati setiap nama yang digunakan mana memenuhi setiap seksi rak di tempat area sepanjang gang Remedy Music yang dimaksud dikelola oleh Jörn. Ketika ANTARA menyebutkan sebagian nama band keras Tanah Air yang dimaksud hal tersebut pernah meramaikan festival Wacken Open Air, Jörn lantas menggeleng perlahan dengan mengguratkan mimik wajah kebingungan, terlihat bersikap agak ragu.

"Saya sejenis sekali belum pernah mendengar nama-nama itu. Tapi saya yakin band-band itu punya kualitas bagus, bila pernah merasakan manggung pada festival tersebut," tutup dia sambil mengemas dua buah kaus kemudian beberapa keping CD.

Bagian muka toko Remedy Music yang mana berlokasi dalam area dekat jalan utama Stellinger Steindamm 2, tiada ada terlalu berjauhan dari pemberhentian bus Volkspark Strasse Hamburg, Jerman. (ANTARA/Ahmad Faishal)

Toko Remedy Music milik Jörn beroperasi sejak Senin hingga Jumat pada pukul 12.00 hingga 19.00. Sedangkan untuk hari Sabtu, toko mulai membuka pada pukul 11.00 hingga 16.00. Remedy Music terletak pada tempat dekat jalan utama Stellinger Steindamm 2, tidaklah terlalu sangat jarak jauh dari pemberhentian bus nomor 4, 183, kemudian 283 dalam Volkspark Strasse atau sekitar dua menit berjalan kaki.

Pengunjung juga sanggup memanfaatkan pilihan transportasi S-Bahn dengan berhenti pada stasiun Stellingen, kemudian berjalan kaki selama 5 ke pemberhentian bus nomor 22, lantas turun di dalam dalam Volkspark Strasse untuk segera menuntaskan dahaga rock lalu metal di dalam tempat Remedy Music.

Sumber: Antaranews

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *