DPR AS setujui paket bantuan baru sebesar Rp4,64 triliun ke Ukraina

DPR AS setujui paket bantuan baru sebesar Rp4,64 triliun ke Ukraina

Istanbul – Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Kamis (28/9) waktu setempat menyetujui rancangan undang-undang untuk memberikan paket bantuan terbaru sebesar 300 jt dolar AS (sekitar Rp4,64 triliun) kepada Ukraina.

RUU itu disetujui melalui pemungutan ucapan untuk rancangan undang-undang bantuan baru bagi Ukraina. Bantuan ini terpisah dari anggaran Pentagon.

RUU itu disetujui melalui pemungutan ucapan hingga larut malam, dengan hasil 311 ucapan setuju serta 117 menolak.

Selanjutnya, Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui anggaran 826 miliar dolar AS (sekitar Rp12.786 triliun) untuk Departemen Pertahanan setelah bantuan ke Ukraina dihapuskan dari paket anggaran Pentagon.

Namun, persetujuan anggaran 826 miliar dolar AS untuk Pentagon bukan menjamin bahwa pemerintahan AS tak akan mengalami shutdown atau penutupan.

DPR juga menyetujui anggaran untuk Departemen Luar Negeri.

Pemerintah AS menghadapi ancaman penutupan pemerintahan dikarenakan adanya perbedaan persoalan rancangan undang-undang anggaran antara Partai Republik kemudian juga Demokrat.

Menurut undang-undang AS, Kongres harus menyetujui anggaran untuk tahun fiskal yang tersebut dimaksud dimulai pada 1 Oktober serta berakhir pada 30 September.

Jika Kongres tak ada dapat menyetujui anggaran tepat waktu, maka pemerintah harus menggunakan pendanaan sementara hingga anggaran untuk tahun fiskal disahkan.

Selama penutupan pemerintahan, pemerintah federal tak mempunyai wewenang untuk membelanjakan anggarannya kemudian harus menghentikan semua kegiatan, kecuali untuk pelayanan penting.

Selama proses itu, pegawai pemerintah non-esensial akan cuti, sementara personel pada layanan-layanan penting, termasuk militer AS, badan intelijen, dokter, juga perawat yang dimaksud yang disebut bekerja dalam area rumah sakit umum, bandara, kemudian personel penjaga keamanan penjara dapat terus menjalankan tugasnya.

Selama periode penutupan pemerintahan, para personel esensial ini biasanya tiada akan menerima gaji sampai Kongres meloloskan anggaran baru.

Sumber: Anadolu

Sumber: Antaranews.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *